Sejarah berdirinya Al-Azhar Palu

Pada awal tahun 1985 lembaga pendidikan ini adalah sebuah taman pengajian yang dimulai dari 12 org murid anak tetangga yang belajar membaca Al-qur’an di teras rumah pribadi ketua Majelis Ulama Indonesia Sulteng Alm. Ki Hi Rustam Arsyad yang juga pada saat itu sebagai anggota DPRD Propinsi Sulteng dan mantan Anggota MPR RI.

Nama, Logo dan Motto Al-Azhar

Sekitar pertengahan tahun 1985 lembaga ini diberikan nama “Al-Azhar”. Kata Al-Azhar berasal dari bahasa Arab yang artinya ”bunga-bunga”. Dengan nama bunga diharapkan suatu saat nanti lembaga dan alumninya  akan mengharumkan nama bangsa dan berguna bagi masyarakat. Logo Al-Azhar Palu dilingkari garis segi empat yang bagian atasnya menggambarkan gubah mesjid dan didalamnya terdapat sebuah pena yang maknanya “Ilmu Pengetahuan” dan tiga buah kitab bersusun yang bermakna, Al-Qur’an (atas), Hadits (tengah) dan fatwa ulama (bawah). Kesimpulan dari makna logo Al-Azhar adalah : “ Kehidupan manusia yang sempurna harus menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi yang dilandasi keimanan dan pengamalan agama berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, Al-hadits dan fatwa ulama, Ulama sebagai penyampai risalah yang langsung kepada ummat manusia sampai akhir zaman” Motto “cerdas berakhlaq” maknanya siswa yang belajar maupun orang-orang yang bekerja di Al-Azhar Palu harus cerdas namun tetap memiliki akhlaq yang mulia yang sesuai dengan makna dari logo Al-Azhar Palu.

Pada akhir tahun 1985 dibangun satu buah ruangan kelas yang terbuat dari triplex. Diatas bangunan sederhana tersebut didirikan madrasah diniyah (Sekolah Dasar Agama)  dengan jumlah murid 20 orang dibawah binaan 3 orang guru yaitu Ustazah Rahmah Dg Manessa, Abdul Basit Arsyad dan Zubaedah Arsyad.  Para siswa belajar setiap sore mulai pukul 14.00 s/d 17.30. Mereka umumnya adalah pelajar SD dari kelas 1 sampai kelas 6, bahkan sebagiannya adalah murid TK. Kurikulum madrasah ini disusun sendiri oleh guru-guru MI Al-Azhar, mulai dari pelajaran baca tulis huruf Arab, ilmu dasar bahasa Arab, membaca Al-aqur’an, fiqih hadits dan lain sebagainya. Diantara buku dasar yang dipakai seperti “Qiraatul Asriyah”, Juz’ Amma, Al-Qur’an dlsb. Berselang satu tahun kemudian murid yang belajar kian hari kian bertambah akhirnya pihak yayasan membangun sebuah gedung madrasah permanen yang terbuat dari beton dan diberi nama “Madrasah Ibtidaiyyah Al-Azhar Palu”  (MIA).

Pada tahun 1988 guru MIA, Abdul Basit Arsyad mendirikan  Yayasan Pendidikan Al-Azhar Palu secara resmi atau tepat  tanggal 10 Oktober 1988 yang berakte notaris no 15, dengan ketua Yayasan Ki Hi Rustam Arsyad dan sekretaris Drs Abdul Basit Arsyad.

Sejarah berkembangnya SMP Al-Azhar Palu

Pada awal mulanya ide pendirian SMP Al-Azhar Palu dimulai dari seorang anak muda Abdul Basit Arsyad yang  mengimpikan  membangunan suatu sekolah swasta yang suatu saat nanti akan mejadi sekolah unggulan dan disegani di Sulawesi Tengah. Pada awal Mei tahun 1992 didirikanlah sekolah tingkat lanjutan pertama atau di sebut SLTP Al-Azhar, setelah mendapat persetujuan dari pihak pemerintah yakni Kanwil Depdikbud Propinsi Sulteng tertanggal 7 Mei 1992. Sehingga setiap tanggal 7 Mei ditetapkan sebagai hari lahir SMP Al-Azhar Palu.

Pada awal pembukaannya, siswa yang mendaftar sekitar 40 org, dibawah binaan 7 orang guru. Diantaranya Drs Abdul Basit Arsyad sebagai kepala sekolah, Dra Zahrah Hi Latanga sebagai wakil kepala sekolah, Dra Ahmad Arifuddin sebagai guru merangkap kepala tata usaha.

Umumnya siswa yang masuk pertama adalah siswa yang tidak diterima disekolah negeri dan bisa dikatakan sebagai siswa buangan yang berasal dari keluarga ekonomi menengah kebawah seperti anak-anak kusir dokar, buruh bangunan, penjual ikan di pasar dlsb. Dan setelah proses belajar mengajar berjalan selama tiga tahun hingga akhir satu priode pengajaran, siswa yang lulus ujian akhir nasional pada angkatan pertama yaitu tahun 1995 adalah 24 org (Pendaftar 40 orang). Hal ini disebabkan oleh ketatnya penegakan aturan dan disiplin sekolah.

Diawal priode dan kedua, yaitu pada tahun 1995 dan 1996, selama dua tahun SLTP Al-Azhar belum dapat melaksanakan sendiri ujian akhir nasional. Dan harus mengikuti ujian nasional di sekolah lain, yaitu pada SLTPN 1 Palu Jl Gatot Subroto. Tahun 1997 terbitlah SK Kakanwil Depdikbud Peropinsi Sulteng dan menetapkan SLTP Al-Azhar Palu sebagai sekolah penyelenggara Ujian Nasional sehingga dapat melaksanakan sendiri ujian akhir nasional dan diikuti sebanyak 59 orang siswa, dengan angka kelulusan 100 persen.

Lembaga swasta ini mendapat akreditasi pada tanggal 6 Mei 1996 dengan status “Diakui” oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan menengah.

Guru-guru yang pernah berjasa bertugas sebagai tenaga pendidik antara tahun 1992 s/d tahun 2000 antara lain :

  1. Drs Abdul Basit Arsyad : Guru Bahasa Inggris
  2. Drs Ahmad Arifuddin : Guru IPS / KTU
  3. Drs Zahrah Latanga : Guru Pendidikan Islam
  4. Drs I Made Yudana : Guru Matematika
  5. Drs Dalimin : Guru Matematika
  6. Dra Siti Fajriah : Guru Bahasa Inggris
  7. Dra Rofiqa : Guru Bahasa Inggris
  8. Ir Dahlin : Guru Biologi
  9. Drs Ikram : Guru Bahasa Inggris
  10. Dra Rafida : Guru Bahasa Inggris
  11. Drs Aspar : Guru Matematika
  12. Drs Syarifuddin : Guru Olah Raga
  13. Drs Hermanto : Guru Bahasa Indonesia
  14. Drs Basir Borahima : Guru Olah Raga
  15. Drs Ahlan Lamuhido : Guru IPA
  16. Drs Abd Gani Jumat : Guru Pendidikan Islam
  17. Dra Herlina : Guru IPS
  18. Drs Syarif Ibrahim : Guru Matematika
  19. Hasrun : Staf TU
  20. Dra Nursida : Guru Ketrampilan
  21. Drs Mursalim : Gur Otomotif
  22. Drs Lainsan : Guru Bahasa Indonesia
  23. Drs Ilman Umar : Guru Bahasa Indonesia
  24. Rosnawati : Guru Komputer
  25. Drs Irfan Labaso : Guru Bahasa Inggris
  26. Drs Muhtar Marundu : Guru IPS
  27. Drs Mukrim Thamrin : Guru Bahasa Inggris
  28. Drs Sarman : Guru PPKN
  29. Alm. Drs Nawardi : Guru Kesenian
  30. Irawan Gatot Spd : Guru IPA Fisika
  31. Drs Arif Labas : Guru IPS
  32. Drs Rusdin : Guru Bahasa Inggris
  33. Dra Husnah Mojo : Guru IPA Biologi
  34. Drs Andi Lamadaong : Guru Bahasa Indonesia
  35. Drs Ikrar Lamole : Guru IPA Fisika
  36. Drs M. Rizal : Guru Bahasa Inggris
  37. Dra Zulirfan : Guru Bahasa Inggris

Pada bulan Januari tahun 2001 pendiri dan kepala sekolah pertama SMP Al-Azhar Palu Drs Abdul Basit Arsyad diangkat oleh Mendiknas sebagai kepala sekolah Indonesia di Kedutaan Besar RI Damaskus Suriah dari tahun 2001 s/d 2004 dan kepala SLTP Al-Azhar pengganti dijabat oleh Drs Ahmad Arifuddin sampai akhir Desember 2004. Selanjutnya mulai tanggal 5 Januari 2005 Drs Abdul Basit Arsyad kembali menjabat sebagai kepsek SMP Al-Azhar Palu hingga sampai sekarang.

Pada tahun 2007  SMP Al-Azhar Palu mendapat status “Terakreditasi A” oleh Depdiknas. Dan tahun 2008 mendapat status SSN (Sekolah Standar Nasional) dan kemudian bulan Agustus tahun 2009 SMP Al-Azhar Palu ditetapkan oleh Direktur SMP Depdiknas  sebagai RSBI atau Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional.

Pada awalnya lokasi lembaga pendidikan ini berdiri diatas lahan yang berukuran kurang lebih 4000m3, namun setelah berkembang beberapa tahun kemudian, lahan tersebut bertambah menjadi kurang lebih 9000m3. Kini (Agustus 2010) SMP Al-Azhar Palu memiliki 500 siswa, 40 guru dan 1500 alumni.