Tahun Ketiga Siswa SMP Al-Azhar Palu Kunjungi Korea Selatan

Siswa Diajar dan Diajak untuk Berpikir dan Bertindak Secara Global

 

           Untuk mengenal dan belajar tentang “sesuatu”, maka “sesuatu” harus didatangi langsung. Itulah yang mendorong, SMP Al-Azhar Palu, yang tahun ini kembali mengirimkan 12 siswanya studi tour di dua kota di Korea Selatan. Selain belajar tentang budaya dan pendidikan di negeri ginseng tersebut, ada banyak hal yang dilakukan Siswa SMP Al-Azhar Palu. Apa saja? Berikut rangkuman perjalanannya.

             THINK and act globally. Yang artinya, berpikir dan bertindak global, merupakan tema yang diusung dalam perjalanan studi, 12 siswa SMP Al-Azhar Palu ke Korea Selatan, pekan lalu. Melalui program yang telah rutin dilaksanakan oleh SMP Al-Azhar Palu ini, para siswa diajak untuk belajar, mengenai dinamika pergaulan di dunia.

            Dalam  perjalanan studi tour selama sepekan di Korea Selatan, peserta tour, sejak masih berada di Bandara Mutiara, diwajibkan untuk berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Inggris. Walaupun yang diajak berkomunikasi, adalah rekannya sesama siswa Al-Azhar, atau guru pendamping yang menemani mereka ke Korea Selatan.

Selama di Korea Selatan, siswa SMP Al-Azhar Palu juga memperkuat pendidikan karakter yangg telah mereka dapatkan di sekolah. Di antaranya, seperti budaya antre, disiplin dan kerja keras.

          “Dari tema yang diangkat, kami ingin mendidik siswa kami, bukan hanya sekadar berpikir, tetapi juga bertindak global. Mereka dididik, agar ikut merasa sebagai bagian dari masyarakat internasional,”kata Arafat Arsyad, SIP, guru pendamping yang membawa siswa mengunjungi Korea Selatan selama sepekan. Selama ini kata Arafat, siswa sudah sering melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya sesama pelajar, melalui media Internet atau media jejaring sosial. Termasuk dengan siswa Korea Selatan, yang telah lama menjalin hubungan melalui program sister school. “Kunjungan yang kami lakukan ini, sebagai aplikasi dari komunikasi yang telah dilakukan melalui Internet tersebut,”tambah Arafat.

      Dua kota yang dikunjungi siswa, selama berada di negara yang sedang bermasalah dengan “Saudaranya” di semenanjung Korea tersebut, adalah Seoul yang merupakan ibukota Korea Selatan dan Kota Incheon. Dua sekolah yang dikunjungi, semuanya berada di Kota Incheon, yakni Incheon Cheoun High School dan Incheon Haewon High School.

         Walaupun belum pernah bersua secara langsung, namun siswa SMP Al-Azhar Palu, mendapat sambutan yang luar biasa dan cukup hangat di kedua sekolah yang dikunjungi tersebut. Siswa di kedua sekolah yang dikunjungi, menyambut rombongan dari SMP Al-Azhar Palu, dengan dance modern, serta penampilan grup music tradisional Korea.

        Seakan tidak mau kalah, siswa SMP Al-Azhar Palu juga unjuk kemampuan. Membawakan lagu daerah berjudul Posisani, penampilan siswa Al-Azhar, mendapatkan banyak apresiasi. Kemudian di hadapan seluruh warga di kedua sekolah, rombongan SMP Al-Azhar Palu, melakukan sosialisasi. Yang dijelaskan, baik mengenai kondisi wilayah Sulawesi Tengah secara umum, kondisi Kota Palu, serta profil SMP Al-Azhar Palu, sebagai satu-satunya sekolah swasta, yang pernah menyandang gelar sebagai RSBI. Dijelaskan pula, walaupun pemerintah telah mencabut status RSBI di seluruh sekolah, namun SMP Al-Azhar Palu, masih tetap menerapkan program sistes school.

         “Makanya, kedua sekolah tersebut cukup bersemangat menawarkan kerjasama dengan kami. Langsung setelah kami berkunjung, draft MoU-nya sudah sedang disusun. Siswa di kedua sekolah yang kami kunjungi, sangat antusias untuk bisa melakukan kunjungan balasan ke Indonesia, khususnya ke SMP Al-Azhar Palu,”kata Arafat.

         Selama ini, para siswa di Korea, hanya sebatas mengenal Indonesia melalui dunia maya, makanya mereka sangat berharap bisa datang ke Kota Palu. Apalagi setelah berinteraksi dengan siswa SMP Al-Azhar Palu, mereka sedikit mendapatkan gambaran, mengenai keramahan orang Indonesia.

        “Siswa di Korea juga lancar Bahasa Inggrisnya, siswa kami juga aktif kemampuannya dalam menguasai Bahasa Inggris, sehingga komunikasi tidak ada masalah. Mereka para siswa, langsung berbaur dan ikut seluruh kegiatan sekolah. Saya guru pendamping, hanya sekadar memantau, atau melakukan sesuatu yang memang menjadi wilayah tanggung jawab saya. Selebihnya, siswa kami berimprovisasi dan melakukan hubungan aktif dengan siswa di kedua sekolah yang kami kunjungi,”katanya lagi.

         Selama di kedua sekolah yang berada di Kota Inceon, siswa SMP Al-Azhar juga belajar bersama, untuk mata pelajaran fisika dan kimia, presentasi, serta tour keliling sekolah. Ada kesepakatan tidak tertulis, antara Ketua OSIS SMP Al-Azhar Palu, yang kebetulan ikut ke Korea Selatan, Devi Nurhaliza Atjo dengan ketua OSIS kedua sekolah yang dikunjungi, untuk terus berkomunikasi melalui Internet. Siswa di Korea Selatan, senang bergaul dengan siswa SMP Al-Azhar yang supel dan banyak memberikan wawasan baru kepada mereka.

          Selain berkunjung di kedua sekolah tersebut, saat di Kota Seoul, siswa SMP Al-Azhar Palu, mengunjungi Grand Mosque (Masjid Agung). Kunjungan tersebut, bertujuan untuk melihat dari dekat, bagaimana hubungan umat Islam dengan warga Korea lainnya. Serta melihat secara langsung, bagaimana umat Islam di Korea mendapatkan akses untuk menjalankan kewajiban-kewajibannya. Para siswa, disambut langsung imam Grand Mosque South of Korea.

Bertepatan dengan musim dingin, sehingga siswa SMP Al-Azhar Palu, memanfaatkan kunjungan ke Kota Inceon, untuk belajar dan bermain ski. Pengalaman baru buat mereka, karena tentu saja aktivitas bermain ski, tidak akan mereka dapatkan di Kota Palu