Hari Ketiga di Jepang, Siswa Al-Azhar Kunjungi Musium Iptek

ISTIMEWA BELAJAR BUDAYA JEPANG: Siswa SMP Al-Azhar Mandiri Palu, bersama sang Kepala Sekolah, Drs. Abdul Basit Arsyad,M. Pd. mengenakan pakaian tradisional Jepang

 

 Sudah Lama Sistem Zonasi Sekolah Diterapkan di Jepang

Tokyo – Ada banyak catatan penting yang diperoleh, dari perjalanan siswa SMP Al-Azhar Palu di Jepang. Minggu kemarin (1/10), merupakan hari ketiga para siswa berkunjung ke negeri sakura tersebut.

Di Indonesia, baru saja keputusan tentang zonasi sekolah ditetapkan. Sebagai sebuah putusan yang baru dikeluarkan, tentu saja banyak pro kontra. Namun ternyata di Jepang Negara yang sudah dianggap maju dunia pendidikannya, system zonasi telah lama ditetapkan untuk sekolah-sekolah negeri.

Siswa Kunjungi Miraikan di Odaiba Tokyo

Sistem zonasi sejak dulu ditetapkan di Jepang tidak ada siswa yang jauh dari sekolah, semuanya dekat,”kata Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu, Drs. Abdul Basit, M. Pd saat di hubungi via aplikasi whatsApp, malam tadi.

Dampak dari penetapan zonasi tersebut siswa diharuskan untuk naik sepeda atau berjalan kaki saat kesekolah, karena jarak sekolahnya yang tidak terlalu jauh. Bahkan untuk siswa setingkat SMA, sangat dilarang naik mobil atau motor ke sekolah. Siswa Jepang juga sangat malu kalau diantar orangtua ke sekolah. “Makanya mereka (siswa Jepang) memilih untuk naik sepeda atau jalan kaki saat mau kesekolah dan pulangnya,” tambahnya

Informasi lainnya yang diperoleh, kata Abdul Basit, bahwa siswa di jepang mulai TK sudah diajarkan membersihkan kelasnya. Jadwalnya seminggu sekali. Untuk tingkat SD, intensitasnya sedikit meningkat, yakni tiga kali seminggu. Untuk tingkat SMP dan  SMA, hampir setiap hari siswa diminta untuk membersihkan kelasnya.

Tujuan dari kewajiban membersihkan kelas, untuk melatih siswa agar sejak dini terbiasa untuk bekerja. Tujuannya untuk penanaman nilai karakter mandiri dan tidak malas. Walaupun pihak sekolah tetap menyiapkan cleaning service.

Di Jepang, ternyata siswanya wajib mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Pemberian PR, mulai tingkat SD sampai SMA,”ungkapnya.

Sementara itu dalam rangkaianperjalanan di Jepang, Minggu Kemarin, para siswa mengunjungi Miraikan di Odaiba Tokyo. Miraikan adalah Musium Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  Jepang. Ditempat itu, anak-anak menyaksikan bergbagai model Robot. Ada yang seperti manusiam ada yang bisa  berkomunikasi dengan manusia, atau Robot yang bisa berjalan, bernyanyi dan bermain. Di Musium itu, setiap hari pukul 11.00 waktu setempat, adalah jadwal pertunjukan Robot. “Di sini (Jepang), kita bisa menyaksikan teknologi lainnya. Ada penemuan baru seperti kursi yang berjalan sendiri yang bisa digunakan di Musium atau tempat lainnya. Disini ada theatre 3D dimana kita bisa menyaksikan film tentang perkembangan molekul. Mulai dari 1 sampai jutaan sampai takterhitung jumlahnya,”demikian Abdul Basit.(hnf)