PENGUMUMAN HASIL TES CALON SISWA BARU SD AL AZHAR MANDIRI PALU TP. 2018/2019

PENDAFTARAN SISWA BARU 2018/2019

PENGUMUMAN PENDAFTARAN SISWA BARU

SMP AL-AZHAR MANDIRI PALU

TAHUN PELAJARAN 2018/2019

 

Dengan hormat, disampaikan kepada seluruh siswa SD/MI bahwa SMP Al-Azhar Mandiri Palu membuka pendaftaran siswa baru tahun pelajaran 2018/2019 dengan ketentuan sbb:

1.Pendaftar adalah siswa yang sedang duduk dikelas VI SD/MI pada tahun pelajaran 2017/2018.

2.Pendaftaran dimulai tanggal    04 Desember 2017 s.d 02 Februari 2018  (setiap jam kerja).

3.Membayar uang pendaftaran Rp. 50.000,- Gratis bagi siswa miskin (dibuktikan dengan kartu miskin KIP/KPS)

4.Mengambil dan mengisi Formulir Pendaftaran (blanko disiapkan oleh panitia) dengan melampirkan : 

  a.Foto copy akte lahir & kartu keluarga sebanyak 1 lembar (wajib)

  b.Map kertas biasa warna biru 1 buah

  c.Pas Foto berwarna yang terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar (tulis nama dibelakang).

5.Formulir disetor/dikembalikan paling lambat tanggal 02 Februari 2018

6.Pengambilan kartu ujian & cek ruangan ujian tanggal 03 Februari 2018

7.Ujian seleksi dilaksanakan secara bersyarat dengan ketentuan sbb :

  a.Tahap 1 (untuk semua peserta)

     Waktu                : Minggu, 04 Februari 2018 pukul 07.30 – selesai.

     Jenis tes            : Pilihan Ganda (Matematika dan Bahasa Inggris)

     Pengumuman    : Kamis, 08 Februari 2018 pukul 10.00 wita 

  b.Tahap 2 (khusus ranking 1 s/d 250 pada tahap 1)

     Waktu                 : Minggu, 11 Februari 2018 pukul 07.30 - selesai

     Jenis tes             : Essay (Matematika dan Bahasa Inggris)

     Pengumuman     : Sabtu, 17 Februari 2018 pukul 10.00 wita

8.a.Siswa yang berhasil masuk ranking 10 besar pada tes tahap 2 akan dibebaskan dari biaya pendidikan selama 3 tahun (Biaya pendaftaran ulang siswa baru, Sumbangan Pelaksanaan Pendidikan (SPP), Bimbingan belajar tambahan/ les dan Pembinaan olimpiade bagi yang lulus seleksi).

  b.Khusus siswa ekonomi lemah (diverifikasi langsung dari pihak SMP Al-Azhar Mandiri Palu) yang masuk ranking 11 s/d 20 juga dibebaskan dari biaya pendidikan selama 3 tahun (Biaya pendaftaran ulang siswa baru, Sumbangan Pelaksanaan Pendidikan (SPP), Bimbingan belajar tambahan/ les dan  Pembinaan olimpiade bagi yang lulus seleksi).

9.Untuk akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan seleksi, maka lembar pekerjaan siswa beserta nilai hasil pemeriksaaan dapat dilihat/diambil dan dicocokkan dengan hasil pengumuman kelulusan.

10.Siswa berprestasi (ranking I dan II) pada OSN, O2SN, FLS2N Tingkat Propinsi atau Nasional akan dipertimbangkan untuk diterima di SMP Al-Azhar Mandiri Palu dengan melampirkan piagam / sertifikat.

 

Catatan:

Siswa hadir 15 menit sebelum tes seleksi dimulai dengan membawa kartu ujian seleksi, alat tulis menulis, dan berseragam SD/MI

Dua Siswa SMP Al-Azhar Kembali Berjaya di OLSN Tingkat Nasional Andi Maziyah, Ulangi Kesuksesan sang Kakak

DOK SMP AL-AZHAR PALU DIAPIT KELUARGA: Andi Maziyah (kedua dari kiri), bersama kakaknya, Andi Magie Fitrahnurlia, Sang Ayah, Andi Mulhanan Tombolotutu dan Sang Ibu Hj Kusniar, usai penyerahan hadiah di ajang OLSN tingkat nasional.

 

PALU – Dua siswa SMP Al-Azhar Palu, kembali menorehkan prestasi di ajang Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) tingkat nasional, yang dilaksanakan di Jakarta pekan kemarin. Dua siswa tersebut, Andi Maziyah Tombolotutu yang meraih juara II nasional, lomba story telling dan Andi Aulia Trikayudhi F yang meraih juara Harapan II Debat Bahasa Indonesia. Andi Maziyah, mengatakan sebenarnya utusan Sulawesi Tengah di ajang tersebut ada tiga siswa. Kebetulan semuanya berasal dari Kota Palu.

Dua siswa berasal dari SMP Al-Azhar Palu, satu lagi siswa yang berlaga di ajang lomba Cerpen, berasal dari salah satu sekolah negeri. “Alhamdulillah utusan Sulteng mampu meraih dua juara, saya dan Andi Aulia. Sedangkan satu utusan lainnya, belum mendapatkan juara. Saya meraih juara II atau runner up, sedangkan Andi Aulia masuk 5 besar nasional,”kata Andi Maziyah, ditemui di sekolahnya, Selasa kemarin (31/10). Di ajang Story Telling, Andi Maziyah meraih juara II nasional. Prestasi yang membanggakan, karena bungsu putri pasangan Hj Kusniar dan Andi Mulhanan Tombolotutu ini, hanya kalah dari tuan rumah Jakarta. OLSN tingkat nasional, diikuti utusan dari seluruh Indonesia. “Makanya bangga dong, kita berhasil meraih terbaik II nasional di ajang yang diikuti utusan terbaik dari seluruh Indonesia,”katanya lagi. Prestasi yang diraih Andi Maziyah ini, mengulangi kesuksesan yang pernah diraih sang Kakak, Andi Magie Fitrahnurlia, ketika masih tercatat sebagai siswa SMP Al-Azhar Palu. Sang Kakak yang kini melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB), pernah meraih medali emas di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja yang dilaksanakan di Kota Solo Jawa Tengah, 2011 yang silam. “Persaingan cukup ketat sejak penyisihan hingga babak Grand Final. Di babak final, ada 10 siswa yang maju untuk bertarung memperebutkan juara. Kami hanya diberi waktu 8 jam, dan dikarantina tidak boleh didampingi Pembina untuk mempersiapkan materi story telling. “Alhamdulillah, saya bisa melaluinya dan meraih juara II,”katanya Andi Maziyah yang belum lama ini, meraih juara I lomba Story Telling tingkat Kota Palu. OLSN kali ini, mengangkat tiga tema besar, yakni Kebinekaan Indonesia, Kesadaran Sebagai Bangsa Maritim dan Kepedulian Terhadap Lingkungan Hidup. Dalam lomba, ada beberapa judul cerita yang dibawakan oleh Andi Maziyah, yakni Helpful Animals, Maradika and The Lion dan The Farmers and the hedgehog statue King midas and the golden touch.

 

Sementara Andi Aulia, di ajang debat Bahasa Indonesia, juga menghadapi lawan-lawan yang cukup tangguh. Walaupun hanya masuk dalam jajaran 5 besar nasional, namun Andi Aulia tetap berbangga, karena mampu mengalahkan peserta yang berasal dari sekolah terkenal dari seluruh Indonesia. “Di ajang debat, saya membawakan materi berjudul, Benarkah Laut itu Kaya?. Kalau kami malah hanya punya waktu untuk persiapan debat, kurang dari satu jam,”kata Andi Aulia menambahkan. (hnf)

Hari Ketiga di Jepang, Siswa Al-Azhar Kunjungi Musium Iptek

ISTIMEWA BELAJAR BUDAYA JEPANG: Siswa SMP Al-Azhar Mandiri Palu, bersama sang Kepala Sekolah, Drs. Abdul Basit Arsyad,M. Pd. mengenakan pakaian tradisional Jepang

 

 Sudah Lama Sistem Zonasi Sekolah Diterapkan di Jepang

Tokyo – Ada banyak catatan penting yang diperoleh, dari perjalanan siswa SMP Al-Azhar Palu di Jepang. Minggu kemarin (1/10), merupakan hari ketiga para siswa berkunjung ke negeri sakura tersebut.

Di Indonesia, baru saja keputusan tentang zonasi sekolah ditetapkan. Sebagai sebuah putusan yang baru dikeluarkan, tentu saja banyak pro kontra. Namun ternyata di Jepang Negara yang sudah dianggap maju dunia pendidikannya, system zonasi telah lama ditetapkan untuk sekolah-sekolah negeri.

Siswa Kunjungi Miraikan di Odaiba Tokyo

Sistem zonasi sejak dulu ditetapkan di Jepang tidak ada siswa yang jauh dari sekolah, semuanya dekat,”kata Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu, Drs. Abdul Basit, M. Pd saat di hubungi via aplikasi whatsApp, malam tadi.

Dampak dari penetapan zonasi tersebut siswa diharuskan untuk naik sepeda atau berjalan kaki saat kesekolah, karena jarak sekolahnya yang tidak terlalu jauh. Bahkan untuk siswa setingkat SMA, sangat dilarang naik mobil atau motor ke sekolah. Siswa Jepang juga sangat malu kalau diantar orangtua ke sekolah. “Makanya mereka (siswa Jepang) memilih untuk naik sepeda atau jalan kaki saat mau kesekolah dan pulangnya,” tambahnya

Informasi lainnya yang diperoleh, kata Abdul Basit, bahwa siswa di jepang mulai TK sudah diajarkan membersihkan kelasnya. Jadwalnya seminggu sekali. Untuk tingkat SD, intensitasnya sedikit meningkat, yakni tiga kali seminggu. Untuk tingkat SMP dan  SMA, hampir setiap hari siswa diminta untuk membersihkan kelasnya.

Tujuan dari kewajiban membersihkan kelas, untuk melatih siswa agar sejak dini terbiasa untuk bekerja. Tujuannya untuk penanaman nilai karakter mandiri dan tidak malas. Walaupun pihak sekolah tetap menyiapkan cleaning service.

Di Jepang, ternyata siswanya wajib mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR). Pemberian PR, mulai tingkat SD sampai SMA,”ungkapnya.

Sementara itu dalam rangkaianperjalanan di Jepang, Minggu Kemarin, para siswa mengunjungi Miraikan di Odaiba Tokyo. Miraikan adalah Musium Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  Jepang. Ditempat itu, anak-anak menyaksikan bergbagai model Robot. Ada yang seperti manusiam ada yang bisa  berkomunikasi dengan manusia, atau Robot yang bisa berjalan, bernyanyi dan bermain. Di Musium itu, setiap hari pukul 11.00 waktu setempat, adalah jadwal pertunjukan Robot. “Di sini (Jepang), kita bisa menyaksikan teknologi lainnya. Ada penemuan baru seperti kursi yang berjalan sendiri yang bisa digunakan di Musium atau tempat lainnya. Disini ada theatre 3D dimana kita bisa menyaksikan film tentang perkembangan molekul. Mulai dari 1 sampai jutaan sampai takterhitung jumlahnya,”demikian Abdul Basit.(hnf)