Tinjau Kesiapan Ujian Online, Komisi X Kunjungi Al-Azhar

PALU - SMP Al-Azhar Mandiri Palu, terpilih menjadi salah satu percontohan dalam penerapan ujian berbasis online, yang mulai diujicobakan dan benar-benar diterapkan pada tahun depan. Pemerintah, tampaknya makin serius dalam Penerapan Ujian Nasional Online SMA-SMK atau (computer based test/CBT). Hal ini dapat dilihat dari kunjungan Komisi X DPR-RI di Kota Palu, akhir pekan kemarin. Untuk melihat kesiapan penerapan CBT tersebut, Komisi X yang dipimpin langsung ketua Komisinya Teuku Riefky Harsya, meninjau SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Tim dari Komisi X DPR-RI, didampingi Asisten II Pemprov Sulteng, DR Bunga Elim Somba, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Drs Ardiansyah Lamasitudju MSi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Drs Sadly Lesnusa MSi. Wakil Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu bidang Kehumasan, Yusri SPd, MPd, mengatakan bahwa rombongan Komisi X berada di SMP Al-Azhar Mandiri Palu, sekitar sejam. Mereka, selain melihat kesiapan infrastruktur pelaksanaan ujian online, rombongan komisi X juga ingin melihat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pengelola perangkat teknologi informasi. "Secara umum, rombongan dari Komisi X puas dengan fasilitas dan kesiapan kami dalam menghadapi ujian nasional berbasis online nantinya. Kami sejak setahun lalu, sudah menerapkan ujian berbasis IT. Makanya, kita tidak terlalu kaget ketika ada penerapan sistem ujian berbasis IT ini,"kata Yusri. Sempat terjadi diskusi di ruang kerja Kepala SMP Al-Azhar Mandiri Palu.

          Secara umum, Yusri juga memberikan gambaran, tentang bagaimana pola pendidikan dan manajemen yang dilakukan oleh SMP Al-Azhar Mandiri Palu. Termasuk yang dijelaskan, program intensif pembinaan. Mulai dari kelas VII sampai kelas IX. Saat itu, Ketua Rombongan Komisi X, menyampaikan pertanyaan, kenapa justru orang lebih banyak yang memilih membawa anaknya untuk sekolah ke swasta, salah satunya Al-Azhar, padahal bayarnya mahal. Dibanding ke sekolah negeri yang bayarnya tidak mahal. “Jawabnya, karena para orang tua itu, tahu bahwa di sekolah ini (SMP Al-Azhar Mandiri Palu) ada kualitas. Mereka mau bayar mahal, karena demi masa depan anak-anaknya. Saya kira ini harus menjadi perhatian kita semua,”kata Teuku Riefky Harsya. Kedatangan Komisi X cukup menarik perhatian, khususnya para siswa, karena ada diantara anggota komisi yang membidangi masalah membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, ekonomi kreatif dan pariwisata tersebut, juga berprofesi sebagai artis, yakni Anang Hermansyah, Krisna Mukti dan Nico Siahaan. "Jadi banyak juga siswa, dan beberapa guru sekalian selfie, yang paling banyak fansnya, Anang,"tandasnya.

         

 

 

SMP Al-Azhar Bina 12 Sekolah Menuju Adiwiyata Nasional

 Setelah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional, SMP Al-Azhar Palu siap untuk ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata mandiri. Salah satu syarat untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri, membina minimal 10 sekolah agar bisa menjadi sekolah adiwiyata nasional. Sebagai rangkaian dari upaya menjadi sekolah adiwiyata mandiri tersebut, Senin kemarin (1/2), dilakukan penandatanganan kerjasama, 12 sekolah dengan SMP Al-Azhar Palu. Dari kerjasama itu, nantinya ke-12 sekolah yang telah melakukan MoU dengan SMP Al-Azhar, akan dibina sehingga kelak diharapkan dapat menjadi sekolah adiwiyata nasional.

Kepala SMP Al-Azhar Palu, Drs Abd Basit Arsyad MPd, mengatakan bahwa sebelum ditetapkan sebagai sekolah adiwiyata nasional, ke-12 sekolah yang menjadi binaan SMP Al-Azhar tersebut, diharapkan bisa meraih status sekolah adiwiyata Kota Palu, adiwiyata provinsi lalu setelah itu maju ke tingkat nasional. “Seperti tahapan yang telah kami lalui. Sebelum ditetapkan sebagai salah satu sekolah adiwiyata nasional, sebelumnya melalui penilaian di tingkat Kota Palu, lalu provinsi dan kemudian kami ditetapkan di tingkat nasional pada tahun lalu,”katanya ditemui usai penandatanganan naskah MoU di SMP Al-Azhar Palu kemarin. Untuk melakukan pembinaan terhadap 12 sekolah yang telah membangun kerjasama dengan SMP Al-Azhar tersebut, menurut Abd Basit, akan ditugaskan enam guru di SMP Al-Azhar Palu yang selama ini terlibat dalam tim adiwiyata, untuk memberikan bimbingannya. Artinya, setiap guru, akan memberikan bimbingan di dua sekolah.

Dalam MoU yang dilakukan SMP Al-Azhar Palu dengan 12 sekolah kemarin, maksud dan tujuannya, adalah kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama dalam menciptakan sekolah peduli lingkungan yang sesuai dengan ketentuan adiwiyata. Hal itu, memiliki beberapa tujuan. Menurut Abd Basit, di samping mendidik siswa untuk cinta lingkungan, juga untuk menciptakan sekolah adiwiyata tingkat nasional dan sekolah adiwiyata mandiri. “Kerjasama berlaku untuk jangka waktu dua tahun terhitung hari ini (kemarin, red) sampai dengan 31 Desember 2018 dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan kedua belah pihak,”katanya lagi. Penandatangan MoU kemarin, disaksikan pejabat dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulteng dan dari SMAN 3 Palu, yang merupakan Pembina SMP Al-Azhar Palu dalam meraih adiwiyata nasional.

 

Para “Super Hero” Siap Sambut Pengunjung Expo

 ANIME: Pengelola Expo SMP Al-Azhar yang berkostum ala Super Hero, Siap menyambut kedatangan pengunjung dalam kegiatan yang akan digelar Sabtu Besok

 

 Expo dan Open House SMP Al-Azhar Palu Dibuka Besok

 PALU – Tema Anime dan Super Hero, menjadi pilihan pelaksanaan Expo dan Open House SMP Al-Azhar Palu yang telah memasuki tahun kelima saat ini. Menurut rencana, Expo dan Open House akan digelar dua hari dan akan dibuka Sabtu besok (16/1). Humas SMP Al-Azhar Palu, Arafat Arsyad, mengatakan bahwa tema pelaksanaan Expo selalu bervariasi, sejak awal digelarnya Expo lima tahun silam. Tahun lalu, tema yang diangkat Lukisan 3 Dimensi. Tahun sebelumnya, temanya rumah hantu. Namun demikian, dari seluruh pelaksanaan Expo, yang selalu “dijual” adalah tema-tema tentang sains dan unjuk kreativitas seluruhs siswa. “Sudah menjadi tradisi. Dalam setiap Expo, kita selalu menampilkan kreativitas, karya dan eksperimen siswa di bidang sains, seni dan beberapa kreativitas lainnya,”kata. Kata Arafat.

Expo dan Open House SMP Al-Azhar Palu, juga bertujuan untuk sosialisasi SMP Al-Azhar. Dalam kegiatan Expo, selain siswa SD, turut diundang orang tua yang ingin tahu lebih banyak, tentang SMP Al-Azhar Palu. “Kami siap memberikan penjelasan sedetil-detilnya. Selain penjelasan, kami juga akan membuka akses bagi orang tua dan siswa SD yang ingin melihat berbagai sarana dan prasarana di SMP Al-Azhar Palu,”katanya lagi. Untuk bisa menikmati berbagai pertunjukan dan eksperimen yang dilakukan siswa SMP Al-Azhar, dikenakan Tiket Tanda Masuk senilai Rp3 ribu. Dengan berbekal tiket tersebut, pengunjung menikmati seluruh suguhan dalam rangkaian Expo dan Open House SMP Al-Azhar Palu. “Akan ditampilkan kreasi hasil karya siswa. Mulai seni sampai sains. Di samping itu, akan ditampilkan pula Cosplay atau Costume Play. Nantinya para siswa kami, akan menampilkan kostum anime atau Super Hero, seperti Power Ranger, Naruto dan beberapa karakter lainnya,”ungkap Arafat. Selain Expo dan Open House, pada Minggu (17/1), juga akan digelar tiga Olimpiade tingkat Sekolah Dasar, yakni Olimpiade IPA, Matematika dan Olimpiade Bahasa Inggris. Saat ini kata Arafat, tercatat sudah lebih 300 orang yang menyatakan ingin ambil bagian dari pelaksanaan Olimpiade tiga mata pelajaran tersebut. Pesertanya, bukan hanya dari Kota Palu, tetapi juga dari beberapa kabupaten lainnya. Untuk sementara yang telah terdata, ada pelajar SD yang ikut olimpiade dari Kabupaten Donggala, Sigi, Parimo bahkan Kabupaten Poso.

Olimpiade akan dibuat dalam dua tahap. Tahap pertama, digelar Minggu (17/1) dan tahap kedua digelar Minggu pekan berikutnya (24/1). Olimpiade kata Arafat lagi, juga sebagai ajang seleksi bagi calon lulusan Sekolah Dasar yang ingin melanjutkan studinya di SMP Al-Azhar Palu. Ada beberapa iming-iming bagi pemenang olimpiade. Selain hadiah dalam bentuk trophy, juga mendapatkan garansi untuk bebas tes masuk SMP Al-Azhar Palu. “10 besar pemenang Olimpiade untuk masing-masing mata pelajaran bebas tes masuk SMP Al-Azhar Palu. Selain itu, bagi yang meraih nilai yang menjadi standar kita, walaupun tidak masuk 10 besar, tetap bebas tes masuk SMP Al-Azhar Palu,”tandas Arafat

 

SMP Al-Azhar, Sekolah Terbaik di Indonesia

 PRESTISIUS: Kepala SMP Al-Azhar Palu, Abd Basit Arsyad, saat menerima piagam penghargaan sebagai SMP terbaik di Indonesia, dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan di Istana Negara, belum lama ini. SMP Al-Azhar, Sekolah Terbaik di Indonesia Hasil Penilaian Selama 5 Tahun oleh Kemendikbud.

 

PALU – SMP Al-Azhar Palu, dikukuhkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai sekolah terbaik di Indonesia. Dengan pengukuhan ini, SMP Al-Azhar Palu, masuk dalam deretan sekolah yang paling direkomendasikan. Penghargaan sebagai sekolah terbaik itu, diserahkan langsung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan dan diterima langsung Kepala SMP Al-Azhar Palu, Drs Abd Basit Arsyad MPd. Penghargaan yang diserahkan di istana Negara, pekan kemarin, hanya diberikan kepada 15 sekolah dari seluruh Indonesia. SMP Al-Azhar, mendapat kehormatan, salah satu sekolah yang menerima penghargaan langsung dari Mendikbud tersebut.

Kepala SMP Al-Azhar Palu, Drs Abd Basit Arsyad MPd, mengatakan bahwa usai penyerahan penghargaan, Mendikbud, berharap agar Al-Azhar Palu, mampu mempertahankan nilai-nilai terbaik para siswanya. “Ada banyak harapan yang disampaikan Pak Menteri, yang sekaligus menjadi tantangan bagi kami, dalam mempertahankan apa yang telah kami gapai selama ini. Penghargaan ini, selain bentuk pengakuan kepada kami, sekaligus melengkapi segala prestasi yang telah kami raih selama ini,”kata Abd Basit. Menurut Abd Basit, bahwa penetapan SMP yang dipimpinnya, sebagai sekolah terbaik di Indonesia, berdasarkan penilaian hasil UN jujur berdasarkan penilaian BNSP. Penilaian yang dilakukan, tidak singkat, tapi dilaksanakan selama lima tahun. Yang menarik, SMP Al-Azhar Palu, satu-satunya SMP terbaik dari seluruh Sulawesi. Yang dinilai kata Basit, adalah index ketidakjujuran hasil UN. Misalnya diteliti apakah waktu UN Siswa nyontek atau dibantu kunci jawaban oleh pihak sekolah. Setelah itu, kemudian dikaitkan dengan prestasi sekolah, sampai dengan ke tingkat nasional dan internasional. “Ada sekolah yang selalu hasil UN-nya tinggi, tapi tidak ada siswanya yang berprestasi akademik seperti di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan iven-iven lainnya,”katanya lagi. Termasuk yang menjadi penilaian, berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan siswa-siswa SMP Al-Azhar Palu. Mulai dari tingkat Kota Palu, hingga ke tingkat Internasional. Penilaian yang dilakukan, selama 5 tahun. Penilaian sangat objektif, karena pihak sekolah kata Basit, tidak pernah menyangka sedang dalam penilaian. “SMP terbaik di Indonesia versi Kemendikbud, merupakan sekolah yang dipilih berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN). Sekolah yang ditetapkan, berhasil mempertahankan nilai antara 92 sampai 99 selama 5 tahun berturut-turut,”tandasnya